Penulis Yafet Ranboki 2017: Judul Tesis Ibadah dalam roh dan kebenaran sub Judul: Kajian Eksegetis terhadap Yohanes 4:20-26 dan implikasinya bagi ibadah kristen yang benar menurut Teologi Injil Yohanes Pembimbing (Tertius Lantigimo Dan Resty Arnawa-T)

Dalam Injil Yohanes 4:20-26 menampilkan Yesus Sebagai penggenap tempat ibadah di dalam perjanjian lama. ibadah perjanjian lama dapat diperbaharui m elalui ibada dalam roh dan kebenaran yang dapat mempersatukan kerajaan israel selatan dan israel utara. dipersatuhkan oleh ibadah karena yesus adalah bait allah ibadah yang benar kepada allah dilakukan dalam roh dan kebenaran penyembahan dalam roh dan kebenaran tidak lagi dipengaruhi oleh tempat atau lokasi ibadah. dimana saja, kapan saja setiap orang membutuhkan-nya ia dapat memintahnya di dalam Yesus.

Menyembah dalam roh dapat diartikan bahwa manusia harus memiliki suatu hubungan yang terus menerus di dalam roh sebagai sikap seseorang yang bukan menyembah dalam keadaan tubuh yang jasmani melainkan ia membawa seluruh hidupnya untuk menyembah allah dengan sepenuh hati dan jiwanya sebab allah adalah roh sehingga manusia harus menyembahnya dalam roh. menyembah dalam kebenaran berarti sesuatu yag sunggu-sunggu keadaan yang sunggu-sunggu atau ketulusan hati.

Gereja mengungkapkan imannya dalam ibadah, maka ibada menjadi arena yang tersedia dan terbuka bagi setiap pribadi warga jemaat untuk mengungkapkan iman siapa dirinya di hadapan allah dan diantgara sesamanya di tengah dunia. dalam ibadah yang ideal kapan dan dimana saja seseorang berada dapat melaksanakan ibadahnyha ia tidak dapat dibatasi pada ruang dan waktu tertentu saja. meskipun harus diakui ada hari-hari khusus seperti hari minggu atau hari raya dan tempat-tempat khusus seperti gedung-gedung gereja merupakan hari dan tempat yang tersedia untuk beribadah sesunggunya semuah hari dan semuah tempat dama peluangnya untuk berjumpa dengan Allah.

Kata Kunci: Yesus Ibadah RFoh Kebenaran Ego Eimi, Percaya, Gereja, Soteriologi.